Kalau kamu berencana liburan ke kawasan Bandungan, Semarang, wisata Gedong Songo wajib banget masuk daftar kunjungan. Kompleks candi Hindu kuno peninggalan Wangsa Syailendra ini bukan cuma menawarkan nilai sejarah yang kaya, tapi juga dipadukan dengan panorama pegunungan yang begitu memukau, menjadikannya salah satu destinasi wisata sejarah paling ikonik di Jawa Tengah.
Yuk, kita bahas lengkap soal wisata Gedong Songo Bandungan ini, mulai dari lokasi, sejarah, daya tarik, harga tiket terbaru, sampai tips biar liburan kamu makin maksimal.
Di Mana Lokasi Candi Gedong Songo?
Candi Gedong Songo berlokasi di Dusun Darum, Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, tepat di lereng Gunung Ungaran. Dari pusat Kota Semarang, jaraknya bisa ditempuh sekitar 70 menit berkendara dengan lalu lintas lancar. Kawasan ini juga cukup mudah dijangkau baik dari arah Semarang maupun dari Jogja dan Solo.
Karena aksesnya yang sedikit terbatas untuk angkutan umum, sebagian besar wisatawan memilih menggunakan kendaraan pribadi atau jasa rental mobil untuk menuju lokasi ini.
Sejarah dan Misteri di Balik Nama Gedong Songo
Nama “Gedong Songo” berasal dari bahasa Jawa, di mana “gedong” berarti bangunan dan “songo” berarti sembilan, sehingga secara harfiah berarti “sembilan bangunan”. Menariknya, sampai sekarang belum ada yang benar-benar tahu pasti jumlah candi yang ada di kompleks ini. Karena letak candi-candi peninggalan Wangsa Syailendra ini tidak berurutan dan tersebar di beberapa titik lereng gunung, ada pengunjung yang menghitungnya berjumlah tujuh candi, ada juga yang menghitung delapan. Konon, kalau ada pengunjung yang berhasil menemukan sampai sembilan candi, dipercaya akan mendapat keberuntungan.
Selain nilai historisnya, kawasan ini juga dipercaya memiliki bio energi tertentu oleh sebagian masyarakat, bahkan disebut-sebut lebih kuat dibanding kawasan serupa di Tibet, Tiongkok, meski klaim ini lebih bersifat kepercayaan turun-temurun ketimbang fakta ilmiah.
Daya Tarik Utama Wisata Gedong Songo
1. Kompleks Candi Hindu Kuno
Daya tarik utama tentu saja kompleks candi itu sendiri. Berjalan menyusuri jalur trekking ringan yang menghubungkan tiap kompleks candi, kamu bisa menikmati arsitektur candi Hindu kuno sambil belajar sejarah peradaban Jawa kuno secara langsung.
2. Panorama Pegunungan yang Menakjubkan
Karena berada di lereng Gunung Ungaran, sepanjang perjalanan menyusuri kompleks candi, kamu akan disuguhi pemandangan perbukitan hijau dan udara sejuk khas pegunungan yang menyegarkan, menjadikan pengalaman wisata sejarah ini terasa lebih hidup dibanding sekadar mengunjungi museum atau situs candi biasa.
3. Berkeliling dengan Menunggang Kuda
Salah satu aktivitas seru yang bisa kamu coba di kawasan ini adalah berkeliling kompleks candi dengan menunggang kuda, memberikan pengalaman berbeda dibanding sekadar berjalan kaki menyusuri jalur trekking.
4. Ayanaz Gedongsongo, Spot Foto Kekinian
Nggak jauh dari Candi 1, sekitar 150 meter dari pintu masuk, ada Ayanaz Gedongsongo yang menawarkan konsep berbeda dari kesan historis candi di sekitarnya. Tempat ini menghadirkan berbagai spot foto kekinian, mulai dari rumah iglo, balon udara, sampai tempat duduk santai di atas kolam air dengan konsep yang mengingatkan pada properti hotel di Bali. Cocok buat kamu yang ingin healing sekaligus berburu konten Instagram setelah puas menjelajahi kompleks candi.
5. Pemandian Air Panas Alami
Kawasan Bandungan di sekitar Gedong Songo juga terkenal dengan beberapa pemandian air panas alami. Setelah lelah trekking mengelilingi kompleks candi, kamu bisa mampir berendam sejenak buat melemaskan otot sekaligus relaksasi.
6. Festival Gedongsongo
Setiap pertengahan tahun, biasanya sekitar Juni atau Juli, kawasan Candi Gedong Songo jadi lokasi digelarnya Festival Gedongsongo, acara tahunan yang menghadirkan hiburan musik, sendratari, pameran UMKM dan desa wisata, sampai acara puncak berupa pelepasan lampion bersama. Festival ini jadi daya tarik tambahan buat kamu yang kebetulan berkunjung saat momen tersebut berlangsung.
7. Kuliner Khas Bandungan
Setelah puas menjelajahi kawasan candi, jangan lewatkan mencicipi kuliner khas Bandungan di warung-warung sekitar, seperti sate kelinci dan tahu serasi, yang jadi favorit wisatawan. Kamu juga bisa membeli oleh-oleh khas Bandungan berupa kerajinan tangan, makanan ringan, sampai hasil pertanian segar.
Harga Tiket Masuk Gedong Songo
Salah satu daya tarik terbesar wisata Gedong Songo adalah harga tiketnya yang sangat terjangkau. Berdasarkan informasi terbaru, tiket masuk kompleks candi ini sekitar Rp10.000 untuk hari Senin sampai Jumat, dan naik menjadi sekitar Rp15.000 saat akhir pekan. Perlu dicatat, tarif ini berlaku untuk wisatawan lokal, sementara turis mancanegara biasanya dikenakan tarif yang berbeda.
Kalau kamu tertarik mampir ke Ayanaz Gedongsongo, tiket masuknya terpisah, berkisar antara Rp15.000 sampai Rp30.000 per orang. Sementara untuk Festival Gedongsongo, harga tiketnya lebih tinggi mengingat acara ini sudah mencakup hiburan musik dan lampion, berkisar Rp99.000 untuk kategori reguler sampai Rp275.000 untuk kategori VIP, sudah termasuk satu lampion per pengunjung. Perlu diingat, seluruh harga tiket ini bisa berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan pengelola, jadi ada baiknya cek info terbaru sebelum berangkat.
Jam Operasional
Kawasan Candi Gedong Songo buka setiap hari mulai pukul 07.00 sampai 16.00 WIB, jadi kamu bisa berkunjung kapan saja sesuai jadwal liburanmu. Khusus untuk Festival Gedongsongo, biasanya digelar pada malam hari dengan open gate sekitar pukul 17.00 WIB.
Fasilitas yang Tersedia
Sebagai destinasi wisata sejarah yang sudah cukup lama dikenal, fasilitas di kawasan Gedong Songo terbilang lengkap. Tersedia lahan parkir luas yang dibedakan antara area motor dan mobil, deretan warung makan, toilet, musala, sampai toko suvenir di sepanjang jalan menuju pintu keluar kawasan.
Tips Berkunjung ke Wisata Gedong Songo
Biar liburan kamu makin maksimal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Pastikan kendaraan dalam kondisi prima, mengingat jalan menuju kawasan Bandungan dan Gedong Songo cukup menanjak khas jalur pegunungan.
- Gunakan alas kaki yang nyaman, mengingat jalur trekking menyusuri kompleks candi memiliki medan yang naik turun.
- Bawa jaket tipis, karena suhu udara di kawasan lereng Gunung Ungaran ini cukup sejuk sepanjang hari.
- Cek jadwal Festival Gedongsongo kalau kamu tertarik menyaksikan acara tahunan ini, mengingat biasanya digelar sekali dalam setahun sekitar pertengahan tahun.
- Siapkan uang tunai secukupnya, terutama untuk tiket masuk, sewa kuda, sampai jajan kuliner khas Bandungan di sekitar kawasan.
- Alokasikan waktu ekstra kalau berencana mampir juga ke Ayanaz Gedongsongo atau pemandian air panas di sekitar kawasan, biar liburan kamu lebih maksimal dalam satu kunjungan.
Wisata Gedong Songo Bandungan membuktikan bahwa liburan sejarah nggak harus membosankan. Kombinasi antara kompleks candi Hindu kuno yang sarat nilai historis, panorama pegunungan yang memukau, spot foto kekinian di Ayanaz, sampai kuliner khas Bandungan yang menggugah selera, menjadikan destinasi ini pilihan lengkap buat liburan kamu di kawasan Semarang.
Jadi, kalau kamu lagi merencanakan liburan ke Bandungan atau sekitarnya, jangan lupa masukkan wisata Gedong Songo ke dalam daftar itinerary kamu berikutnya.













