Kalau kamu mencari liburan di Yogyakarta yang bukan sekadar berfoto, Desa Wisata Kelor di Turi, Sleman, layak masuk daftar. Desa ini memadukan alam lereng Merapi, kebun salak pondoh, sungai jernih untuk susur sungai, dan sejarah perjuangan yang tersimpan di sebuah joglo tua. Karena itu desa ini punya julukan unik, Dewi Kadjar, singkatan dari Desa Wisata Kampoeng Sedjarah.
Yuk, kita bahas lokasi, sejarah, aktivitas, biaya, hingga tips berkunjung ke Desa Wisata Kelor.
Di Mana Lokasi Desa Wisata Kelor?
Desa Wisata Kelor berada di Dusun Kelor, Desa Bangunkerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta. Menurut Dinas Pariwisata Sleman, lokasinya berjarak sekitar 17 km di utara pusat Kota Yogyakarta.
Ketinggiannya sekitar 700 meter di atas permukaan laut, sehingga udaranya sejuk, dan lingkungannya dikelilingi kebun salak yang luas. Mayoritas warga bermata pencaharian sebagai petani, peternak, serta pembudidaya jamur.
Sejarah: Kenapa Disebut Kampoeng Sedjarah?
Julukan Dewi Kadjar berasal dari sebuah bangunan bernama Joglo Kelor. Joglo ini dibangun pada tahun 1835 oleh Kromowijoyo dan pada tahun 1949 menjadi markas Tentara Pelajar dalam upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Menurut pengelola, bangunannya masih terawat dengan bentuk aslinya, dan usianya yang mencapai sekitar dua abad membuatnya dikenal sebagai cagar budaya.
Kehadiran joglo inilah yang melatarbelakangi berdirinya desa wisata. Seiring makin banyaknya pengunjung, warga setempat berinisiatif mendirikan desa wisata resmi pada tahun 2006, didukung oleh keberadaan sungai di sebelah timur dusun.
Aktivitas Seru di Desa Wisata Kelor
1. Susur Sungai Bedhog
Daya tarik yang paling sering disebut adalah susur sungai atau river tracking menyusuri Sungai Bedhog. Menurut informasi Dinas Pariwisata Sleman, sungai ini berlebar sekitar 5 meter dengan kedalaman maksimal 1,5 meter, berair jernih dan mengalir tenang. Sungai yang terbentuk dari aliran material letusan Merapi ini menawarkan trekking yang menantang tapi tetap menyenangkan. Beberapa sumber lain menyebut nama sungainya berbeda-beda, jadi untuk memastikan jalur dan kondisi terbaru, tanyakan langsung ke pengelola.
2. Edukasi Kebun Salak Pondoh
Sebagian besar warga memiliki kebun salak, sehingga edukasi salak masuk dalam paket wisata. Pengunjung bisa belajar proses mulai dari penanaman, pemeliharaan, panen, hingga pengolahan buah menjadi produk olahan. Edukasi ini dilakukan bersama Kelompok Tani Organik Mekarsari.
3. Belajar Membuat Makanan dan Kerajinan
Selain salak, tersedia pelatihan membuat telur asin, tempe, teh kelor, bakso goreng kelor, jenang salak, serta membatik. Aktivitas ini cocok untuk keluarga dan rombongan sekolah yang ingin belajar sambil bermain.
4. Outbound, Flying Fox, dan Camping
Desa Kelor menyediakan arena outbound dengan beragam tantangan, flying fox, serta area perkemahan. Pengelola menyiapkan area luas khusus untuk gathering dan kegiatan kelompok, sehingga desa ini sering dipilih untuk outing organisasi dan kantor.
5. Wisata Sejarah di Joglo Kelor
Pengunjung bisa mengunjungi Joglo Kelor untuk mengenal kisah Tentara Pelajar. Dalam paket menginap (live-in), kegiatan biasanya dibagi: pagi untuk trekking sungai, sore untuk wisata sejarah.
6. Menginap di Homestay
Menurut data Dinas Pariwisata Sleman, desa ini menyiapkan sekitar 20 unit homestay yang dapat menampung hingga 100 orang. Menginap di rumah warga memberi pengalaman hidup pedesaan yang lebih autentik, termasuk sarapan dan obrolan bersama tuan rumah.
Fasilitas
Berdasarkan profil resmi di Jadesta (Kementerian Pariwisata), fasilitas yang tersedia meliputi area parkir, balai pertemuan, jungle tracking, kamar mandi umum, area kuliner, musala, outbound, area swafoto, spot foto, dan area wifi. Desa ini terdaftar sebagai desa wisata dengan kategori Mandiri dan klasifikasi Maju (catatan Jadesta per 2022).
Harga Tiket dan Jam Operasional
Beberapa sumber menyebut masuk ke desa ini tidak dipungut tiket, hanya biaya parkir sekitar Rp2.000-5.000. Kegiatan seperti paket outbound, susur sungai, edukasi, dan homestay dikenakan biaya sesuai paket yang dipilih. Jam operasional yang disebut sejumlah sumber adalah pukul 08.00 sampai 17.00 WIB setiap hari.
Perlu dicatat, banyak sumber yang saya temukan sudah beberapa tahun lalu, sehingga harga paket dan jam buka paling aman dikonfirmasi langsung ke pengelola. Kontak resmi tercantum di profil Jadesta dan situs desa wisata.
Destinasi Terdekat
Desa Kelor berada di kawasan lereng Merapi yang banyak memiliki desa wisata. Sumber resmi menyebut desa wisata lain di sekitarnya, seperti Pentingsari, Brayut, dan Srowolan. Di Turi sendiri ada juga Desa Wisata Pulesari yang berbasis salak dan budaya, sehingga kamu bisa menggabungkan beberapa desa wisata dalam satu perjalanan.
Tips Berkunjung
- Reservasi dulu, terutama untuk paket outbound, edukasi, dan homestay, agar kegiatan bisa disiapkan.
- Bawa baju ganti dan alas kaki yang aman di air untuk susur sungai.
- Cek kondisi cuaca dan debit sungai, karena sungai di lereng gunung bisa berubah saat hujan deras. Ikuti arahan pemandu.
- Siapkan jaket tipis karena udara sejuk di ketinggian sekitar 700 mdpl.
- Datang pagi untuk susur sungai, lalu lanjutkan wisata edukasi dan sejarah di sore hari.
- Hormati warga dan lingkungan; desa wisata dikelola secara swadaya oleh masyarakat.
Desa Wisata Kelor menawarkan sesuatu yang berbeda dari wisata Jogja pada umumnya: sungai untuk bertualang, kebun salak untuk belajar, dan joglo bersejarah untuk memahami perjuangan masa lalu, semuanya dalam suasana desa yang asri. Cocok untuk keluarga, sekolah, maupun komunitas yang ingin liburan yang bermakna.













